04 July, 2009

Beginilah Aku

Beginilah Aku

Sebenarnya aku tak mengerti tentang arti umur ini, 4 Juli... Setiap tahun ada saja pertambahan umurku dan pengurangan usiaku di dunia ini. Mungkin hanya terlalu berlebihan mengartikan makna kehidupan yang serba complicated. Aku adalah kesalahan dimasa laluku yang mungkin takkan pernah terulang kembali. Ada beberapa hal yang bisa jadi perjalanan pelajaran dan pengalaman. Hari ini adalah hari berpikir dan berbuat, tentang masa depan, tentang masa kematian, dan tentang masa menuju akhiran dunia. Kini berbeda dengan semalam hari sewaktu aku hendak menidurkan mataku dan seluruh jasad ragaku ini. Tapi kadang juga berpikir ini akan jadi sesuatu kehidupan yang baru untuk kedepannya nanti aku bersama orang-orang yang aku cintai. Untuk Keluarga, Sahabat, Kekasih, dan seluruh manusia sosial yang mengenalku dan pernah melihatku serta akan mengenalku. Terima Kasih untuk segalanya...
The Best Regard,
Maryo Sanjaya Adi Putra
Pekanbaru, 4 Juli 2009

23 October, 2008

Yang Terbaik dari Yang Terbaik

Yang Terbaik dari Yang Terbaik

Aku... entahlah...berdiri termangu dengan tajuk tak harap ada yang mengasihani. Maryo Sanjaya Adi Putra, dilahirkan dan dibesarkan dengan keadaan yang serba pas-pasan. Salut buat orang tua ku walau dengan keadaan begitu mereka tetap beri yang terbaik dari yang terbaik kepadaku.

Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku adalah tabungan terbesar orang tuaku, hingga saat ini pun aku trus berjuang untuk mendapatkan yang terbaik untuk diriku sehingga akupun bisa memberikan yang terbaik dari yang terbaik untuk bapak dan mamak beserta adikku. Trus berpikir untuk menghasilkan uang sendiri, dan menafkahi kehidupanku di kampung orang. Di Pekanbaru tepatnya, aku menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi negeri yang berbasis islam tapi aku mengambil jurusan Sistem Informasi di Fakultas Sains dan Teknologi yang membuatku pusing untuk menyelesaikan studi ku ini. Sekarang semester 9, entah kapan aku selesai aku blum bisa menargetkan untuk itu. Desakan untuk cepat selesai terus berdatangan berhampiran dengan kesibukanku yang tak terkoordinir dengan baik. Kedisiplinan waktu pun tak ku hiraukan karena kelelahan dan rasa malas yang luar biasa menghampiri...Kerontang dan kering jiwa ini, butuh sesuatu yang baru dan segar. Entah apalah itu? Yang pasti aku tak mengerti Siapalah Aku ini???...